PWMU.CO – SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Jawa Timur menyelenggarakan pembinaan guru dan karyawan. Bertema tentang tata cara wudu dan salat, acara ini dilaksanakan di Masjid Taqwa Perguruan Muhammadiyah Gresik Jalan KH Kholil 90, Sabtu (11/2/2023).
Pembinaan yang bertajuk “Pemantapan Kaifiah Wudu dan Salat” ini diikuti oleh 39 peserta dari berbagai unsur. Ada guru kelas, guru mata pelajaran, guru pembimbing khusus, guru tahfiz, bendahara sekolah, staf tata usaha, hingga staf teknisi. Semuanya merupakan guru atau karyawan yang masa kerjanya dimulai tahun 2019.
Kepala Urusan Pembinaan Kehidupan Islami Pembinaan Syafridawati SAg mengatakan pembinaan ini merupakan agenda wajib bagi pegawai baru. Terutama bagi para guru sebagai ujung tombak dakwah Muhammadiyah kepada para siswa.
“Para guru berinteraksi secara langsung dan rutin dengan siswa. Untuk itu, memerlukan penyamaan persepsi dan cara terkait wudu maupun salat sebagai ibadah wajib sehari-hari yang diajarkan kepada siswa,” terangnya.
Syafridawati menambahkan, kegiatan ini bukan hal baru bagi SD Mugres. “Setiap guru maupun karyawan baru selalu mendapatkannya. Namun, karena masa pandemi, pembinaan ini hanya diselenggarakan secara individual. Guru senior yang bertugas membimbing melakukannya secara insidental,” katanya.
Pada semester satu lalu, lanjutnya, pembinaan dititikberatkan kepada penguatan ideologi bermuhammadiyah. Menurutnya, penguatan ini diperlukan sebab sebagian guru dan karyawan baru berasal dari berbagai macam latar belakang. Sebagiannya lagi masih termasuk ‘kader kental’ Muhammadiyah.
Sya’roni SE, menjadi narasumber utama pada pembinaan kali ini. Pria yang juga merupakan pengajar baca Al-Qur’an metode Tajdied ini mengawali materi tata cara wudu dan salat yang termaktub di dalam Himpunan Putusan Tarjih (HPT).
Ustaz Roni, sapaan akrabnya, menukil Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 105 yang artinya, “Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka.”
“Ayat ini menjadi landasan agar persepsi para peserta lebih terbuka. Terutama, bagi sebagian peserta yang ‘baru bermuhammadiyah’ bisa lebih siap menerima ilmu yang bersumber dari dalil sahih,” tandas Ustaz Roni kepada PWMU.CO.
Usai bab Kitab Thaharah dan Kitab Shalat pada HPT disampaikan, dia mengajak peserta untuk mempraktikkan wudu. Setiap peserta mengikuti gerakan-gerakan berwudu yang dicontohkan olehnya. Mulai dari niat tanpa dijaharkan (dikeraskan) dan tidak ada kalimat khusus, doa sebelum berwudu, hingga doa usai berwudu.
Tidak selesai sampai di situ, gerakan-gerakan salat juga dicontohkan secara mendetail. Termasuk bagaimana mengacungkan jari saat duduk tasyahud. Tidak ketinggalan pula bacaan-bacaan shalat yang telah dituntunkan oleh Nabi Muhammad saw. Mulai dari doa iftitah, rukuk, iktidal, hingga tahiat dan salam. (*)
Liputan Abizar Purnama
Editor Mohammad Nurfatoni